Oleh : Aceng Furqon (P.Teknik Elektro)
Keberadaan ormawa tingkat fakultas kerap menjadi pembahasan yang sangat menarik bila kita perhatikan saat Sidang Umum REMA UPI. Beberapa fakultas menginginkan pengilegalan ormawa fakultas secara konstitusi REMA UPI apapun bentuknya, mereka menginginkan status kejelasan dan pengakuan dari ormawa sekaliber Universitas. Namun, ada juga fakultas yang tidak ingin ada sama sekali ormawa fakultas, meskipun belum ada jawaban pasti perihal penolakan mentah-mentah ormawa fakultas.
Keberadaan ormawa tingkat fakultas kerap menjadi pembahasan yang sangat menarik bila kita perhatikan saat Sidang Umum REMA UPI. Beberapa fakultas menginginkan pengilegalan ormawa fakultas secara konstitusi REMA UPI apapun bentuknya, mereka menginginkan status kejelasan dan pengakuan dari ormawa sekaliber Universitas. Namun, ada juga fakultas yang tidak ingin ada sama sekali ormawa fakultas, meskipun belum ada jawaban pasti perihal penolakan mentah-mentah ormawa fakultas.
Sejarah penon-aktifan ormawa fakultas oleh REMA dua tahun lalu telah banyak memberikan dampak yang signifikan baik bagi kondisi UPI secara keseluruhan terlebih kondisi fakultas itu sendiri. Ada beberapa hal yang terjadi ketika ormawa fakultas tidak ada, yaitu: Pertama, Kondisi aspirasi mahasiswa tiap jurusan untuk tataran fakultas tidak lagi terakomodasi, mahasiswa kebingungan kepada siapa untuk mengungkapkan keinginannya. Kedua, Hima jurusan kurang punya kepercayaan diri membawa aspirasi mahasiswa untuk fakultas hanya dengan wadah himpunan jurusan saja. Ketiga, ujung-ujungnya tidak ada penyikapan terhadap kondisi dan kebijakan birokrat fakultas.
Namun lagi-lagi kondisi tersebut tidak merubah merubah kesadaran kawan-kawan kita yang keukeuh dengan pendiriannya, meskipun menurut saya ”tanpa alasan”. Selain keadaan yang mewajibkan adanya ormawa fakultas, secara konstitusi nasional baik itu Undang-undang maupun keputusan menteri, entah apapun itu, yang pasti tak ada larangan bahwa organ ini harus tidak ada.
Hal yang harus disadari juga, ada fakultas yang tak menentukan pilihan. Ada dua kemungkinan penyebab tak ada pilihan. Pertama, belum ada kesepakatan Himpunan jurusan perihal keberadaan ormawa fakultas. Kedua, mereka belum tahu apa yang mesti ia lakukan ketika ada Ormawa fakultas dan apa yang terjadi ketika tidak ada Ormawa fakultas. Dan ini bisa saja terjadi untuk fakultas baru. Dan kondisi seperti ini bisa dimanfaatkan oleh kedua pihak untuk mendapat dukungan suara.
Ketaktertarikan mahasiswa terhadap ormawa fakultas sebenarnya bukan tanpa sebab, baik motif dari luar (bersifat doktrin) maupun motif pribadi. Untuk itu perlu ada sosialisasi ekstra perihal pentingnya ormawa fakultas oleh pihak-pihak yang ”berwajib”.

0 komentar:
Posting Komentar